Sabtu, 19 Januari 2008

Pembangunan Masjid Babus Salam

Masjid Babus Salam
Sangat dibutuhkan dukungan dana untuk kelangsungan pembangunan masjid.
Kepada hamba Allah yang Dermawan untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk disumbangkan guna membangun rumah Allah yang beralamat di Komplek PNS-OPI Jakabaring Palembang Sumatera Selatan. Perumahan tersebut merupakan eks perumahan atlit PON XVI tahun 2004. Dari 1300 rumah tersebut awalnya belum ada fasilitas ibadah (masjid) dan saat ini sudah ada kemauan/keinginan dari masyarakat setempat untuk membangun masjid. Bagi yang ingin menyumbang dengan rekening di Bank Sumsel Kas Universitas Bina Darma atas nama Masjid Babus Salam nomor rekening (ada perubahan ????????) atau langsung ke sekretariat pembangunan masjid dengan alamat Komplek PNS-OPI Jakabaring Blok F No. 15 Rt. 58 Rw. 18 Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang Kode Pos 30257 Telepon (0711)7014442. Semoga apa yang telah kita lakukan akan mendapatkan ridho dan berkah dari Allah SWT, Amin.

Rabu, 14 November 2007

Kandidat Gubernur Tk I Sumsel 2008

Menghadapi Pilkada 2008 sudah beberapa muncul nama-nama yang akan ikut sebagai calon gobernur Sumatera Selatan. Walaupun pemilihan itu sendiri dalam hitungan hari masih sangat panjang dan lama, tetapi saat ini nama-nama tersebut sudah bergulir di kalangan masyarakat. Mau atau tidak masyarakat pun mulai memperguncingkan dari nama-nama yang muncul tersebut.
Seperti dikebanyakan daerah yang telah melakukan pemilukada, kejadian ini tidaklah mengherankan hingga keadaan berkembang dan memanas hingga menimbulkan bentrok terhadap sesema maupun antar pendukung. Namun dengan harapan yang sangat hal-hal yang akan merugikan kita semua hendaklah dihindarkan. Biarlah waktu akan berjalan dan tetapkanlah pilihan anda sesuai dengan hati nurani masing-masing, toh ujung-ujungnya kita tetap akan maju serta membangun sesuai dengan yang kita inginkan bersama.


Mohon kepada siapapun yang menjadi kandidat agar memperhatikan kepentingan bersama bukan atas kepentingan nafsu semata. Rakyat tidak dapat diiming-imingi dan dipaksakan, karena saat ini yang dinantikan adalah bukti dan kenyataan. Jangan hanya mengubar janji-janji palsu, karena masyarakat akan lebih sakit ketika janji-janji tersebut diingkari dan hanya cela serta kutukan yang akan diberikan.
SELAMAT BERTARUNG !!!

Rabu, 31 Oktober 2007

Jumat, 26 Oktober 2007

Ampera Sekarang

Ampera Berkilau

Sabtu, 21 Juli 2007

AMPERA Koe

Pembangunan Ampera dimulai pada tahun 1962

Tahun 1962-an
Tahun 1970-an
Amanat Penderitaan Rakyat (AMPERA) sebuah simbol perjuangan rakyat Sumatera Selatan yang telah diakui oleh bangsa Jepang. Jembatan ini terletak di tengah-tengah kota Palembang yang menghubungkan antara seberang ilir dan seberang ulu. Ketika kapal-kapal yang berukuran besar melintas di sungai Musi tentunya akan melewati jembatan ini. Jembatan tersebut dapat diangkat untuk memberikan jalan bagi kapal besar yang akan melintas. Kini jembatan dalam posisi diangkat tersebut tinggalah kenangan karena saat ini sudah tidak bisa lagi bahkan Ampera sudah semakin menanggung beban berat maupun beban usia. Entah sampai bertahan hingga kapan jembatan ini berdiri kokoh atau nanti pada saatnya tinggal cerita.

Jumat, 29 Juni 2007

Ngasoh Adik



Umak kemane Ubak dimane, aku diajung ngasoh ading. Lemak kalu adingku diam tapi banyak rasan. Alangke sarenye aku nak maen dek pacak ye lain lah dek endak nulungi pule. Sare-sare.....
Tulung-tulungi aku asohkan adekku ini aku lah galak pule nak bemain. Haseku mak itulah Umak ngan Ubak ku ngasoh aku dului, rupenye sare mak inilah. Maktulah kaseh umak, ubak ngok anaknye.

Tari Tanggai

Tari tanggai merupakan tarian persembahan yang ditujukan kepada tamu yang telah memenuhi undangan. Salah satunya adalah dipersembahkan pada acara perkawinan adat daerah Sumatera Selatan umumnya. Untuk menghormati tamu undangan yang ada serta tersirat ucapan selamat datang. Dengan diiringi lagu Gending Sriwijaya tarian tersebut disajikan membuat acara semakin semarak. Dengan kelenturan tangan dan lentiknya jemari penari menunjukan betapa tulusnya tuan rumah memberikan penghormatan.
Dahulu tarian ini pulalah yang selalu disajikan kepada tamu-tamu raja kerajaan Sriwijaya. Tidak hanya pada acara perkawinan saja, disetiap acarapun tarian ini sering dilakukan.